ADA ungkapan berbunyi non scolae sed vitae
discimus, artinya, kita belajar bukan demi sekolah, tetapi demi hidup
(Ibe Karyanto: 2004). Ungkapan ini menarik direnungkan di tengah
kecenderungan penyempitan makna belajar sekadar tuntutan sekolah.
Memang benar anak-anak sekolah memiliki kewajiban belajar, namun belajar bukan hanya mendapatkan nilai baik dan lulus dari bangku sekolah. Lebih dari itu, belajar untuk eksistensi hidup.
Memang benar anak-anak sekolah memiliki kewajiban belajar, namun belajar bukan hanya mendapatkan nilai baik dan lulus dari bangku sekolah. Lebih dari itu, belajar untuk eksistensi hidup.